SabdaTuhan hari ini mengingatkan kita supaya jangan cepat menghakimi sesama dengan hanya melihat bagian luarnya saja. Mungkin ada di antara kita yang pernah terpengaruh sikap yang lebih cepat mengadili atau menghakimi, berprasangka buruk daripada melihat kebaikan sesama sebelum mengklarifikasinya. Kita diajak untuk melakukan pertobatan.
Agartak mengenal Malang hanya dari sejuk dan apelnya, berikut ini rangkuman 10 tempat wisata di Malang yang sayang sekali jika dilewatkan: 1. Jatim Park 3. Apabila kamu akan berencana ke Jatim Park 2, jangan lupa untuk datang juga ke Jatim Park terbaru, yaitu Jatim Park 3.
Discovershort videos related to jangan melihat orang dari luarnya saja on TikTok. Watch popular content from the following creators: ๅ ใฉๅๅฐบใฅใษใฅๅษ30(@nuarloqlaq30), ๐ง๐๐ณ๐ฐ๐๐๐ง๐๐๐ซ๐ข๐ซ(@nazwa_andari), buayabetina(@anakangsanyamama), Daily story7-(@daily_story07), yudhianto962(@yudhianto962) .
Dont judge a book by its cover artinya jangan menilai sesuatu dari luarnya saja. Kalimat tersebut terdengar simpel namun bermakna mendalam.. Terkadang memang orang melihat sesuatu hanya dari tampilan luar saja tanpa mengetahui isi di dalamnya.
1 Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja salah. 2. Jika kamu menilai seseorang hanya dari penampilannya, kamu akan kehilangan banyak kesempatan bertemu orang-orang yang hebat. 3. Jangan menilai saya hanya dari omongan orang diluar sana.
Beritahuyang lain. Taqlid buta sangatlah berbahaya. Termasuk aib yang tersebar dikalangan kaum musimin dan kesalahan yang harus ditinggalkan pelakunya adalah taqlid buta (ikut - ikutan ). Semoga Allah Subhanahuwata'ala memperbaiki mereka - seperti sikap membeo terhadap orang - orang barat atau timur dengan cara meniru kata atau
NCYc. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Catatan Tulisan ini akan sangat panjang, tapi saya enggan memotongnya karena akan mengurangi esensinya. Jadi silakan tutup saja kalau ragu membaca tulisan panjang nan berliku, atau siapkan bantal supaya bisa tertidur nyenyak sehabis membaca tulisan ini......Hahahaha!*** Kalimat donโt judge the book by its cover sudah sangat sering kita dengar. Pengajaran seupaya kita tidak menilai orang dari tampak luarnya saja sudah begitu sering kita terima, dan selalu diulang-ulang sepanjang masa. Nasehat yang mengajak kita supaya jangan melihat dari bungkusnya saja melainkan isinya. Pertanyaan sederhananya adalah apakah kita lalu kemudian mudah untuk mempratekkannya? Belum tentu. Sangat sering, dalam hal apapun, kita justru langsung cepat-cepat menilai seseorangdari apa yang nampak oleh mata kita. Seketika secepat kita langsung bergunjing dan menilai seseorang begitu melihat tampilan luarnya seperti apa. Kadang kita menilai orang hanya dari tampilan luarnya saja, bukan dari perbuatannya, atau apa yang ada dalam hati orang tersebut. Melihat orang berpakaian rombeng, kita cap dia itu miskin dan pengemis, peminta-minta. Melihat orang pakai baju bagus dan mentereng, kita cap dia itu kaya dan sombong, sok banyak duit. Lalu ada orang bicara keras dan kasar, kita serta merta cap dia itu tidak berakhlak dan orangnya tidak baik. Ketika ada kawan pendiam dan tak banyak bersuara, kita cap dia bodoh dan dungu, atau sok alim?Saya punya beberapa pengalaman yang sangat berarti, yang begitu dalam mengajarkan saya untuk tidak boleh menilai orang dan menjustifikasi orang tersebut secepat membalikkan telapak tangan. Mengajarkan saya untuk tidak menilai orang lain hanya dari apa yang kita lihat semata. Dalamnya laut bisa diukur, namun isi hati orang siapa yang tau? Kan begitu. Jujur saja, saya beberapa kali gagal mempratikkan hal itu. Terkadang kita terlalu cepat mengambil kesimpulan yang belum tentu benar Cousins, seorang wartawan politik, penulis, professor dan juga sebagai pengacara perdamaian dunia pernah suatu kali mengatakan begini, โMaut bukanlah kehilangan terbesar dalam hidup. Kehilangan terbesar adalah apa yang mati dalam sanubari sementara kita masih hidup...โBagi saya, kata-kata itu teramat benar. Salah satu kematian paling mengerikan adalah bila nurani kita sudah mati, sehingga kita menjadi amat gampang memvonis atau menilai orang lain tanpa dasar yang jelas serta akurat lalu kemudian membuly dan memfitnah orang tersebut. Dugaan yang bisa jadi keliru itu lantas kemudian menjadikan kita cakap ber-negative thinking terhadap orang Sebagai Guru Terbaik Lebih dari sepuluh tahun saya bekerja di negeri Paman Sam. Negeri yang kata orang berlimpah susu dan madu. Tentu saja saya amat mensyukuri apa yang saya alami dan jalani di negeri orang itu. Sebab ada begitu banyak hal positif yang saya walaupun saya harus berlelah-lelah, meskipun saya harus menjalani semuanya sendirian, saya tetap mensyukurinya. Karena apa? Karena ternyata kemandirian itu akhirnya tertanam indah dalam jiwa dan diri saya. Punya sikap tahan bantingโ, kuat, serta pantang menyerah. Bagaikan seorang pernah punya pengalaman sangat berat ketika baru pertama kali menjajal New Jersey. Sekitar enam bulan pertama di Amerika memang saya langsung tinggal di Michigan, salah satu negara bagian di Amerika yang masih sangat kurang orang Indonesianya. Di state ini saya tinggal lumayan lama, lebih setengah setahun. Setelah puasโ menikmati kehidupan penuh makna di Michigan, saya akhirnya mesti pindah ke New Jersey NJ. Sebelum berangkat ke NJ kawan-kawan saya di Michigan mengatakan dengan tatapan meyakinkan selamat berjuangโ. Saya tanya kenapa? Mereka bilang selamat berjuangโ oleh karena menurut mereka kehidupan di NJ akan sangat berbeda dibanding di Michigan. Jauh beda. 1 2 3 4 5 Lihat Humaniora Selengkapnya
Kata-kata Jangan Menilai Orang dari Luar Saja, Foto Unsplash/Ben WhiteApakah kamu sering melihat seseorang yang selalu menghakimi dan menilai orang lain hanya dengan melihat penampilannya saja? Di bawah ini ada kumpulan quote dan kata-kata jangan menilai orang dari luar saja yang dapat kamu berikan seseorang hanya dari luar atau dari penampilannya saja adalah suatu perbuatan yang buruk. Karena, kita tidak pernah tahu ada kepribadian seperti apa di balik sebuah penampilan yang kumuh atau Kata-kata Jangan Menilai Orang dari Luar SajaKata-kata Jangan Menilai Orang dari Luar Saja, Foto Unsplash/Sasha FreemindMengutip dari situs dan ini dia kumpulan kata-kata jangan menilai orang dari luar saja"Jangan menilai dari luar. Seperti setiap mawar yang indah memiliki duri. Semakin seseorang tampak bagus di luar, semakin kamu harus meragukannya di dalam." - Gosho Aoyama"Jangan menilai dari penampilan. Hati yang kaya mungkin berada di bawah mantel yang buruk.""Tidak ada yang pantas untuk dihakimi, karena setiap orang jenius dengan caranya sendiri yang unik. ""Sebelum menilai seseorang selalu ingat tidak ada orang suci atau pendosa murni.""Pikirkan baik-baik tentang dirimu sebelum mengkritik orang lain.""Penampilan terkenal menipu.""Pandangan kita tentang seseorang hanyalah persepsi kita sendiri tentang mereka.""Penilaian kamu terhadap orang lain menentukan karakter dan kepribadianmu.""Jangan merasa buruk saat seseorang menilaimu; itu adalah cerminan dari ketidakamanan mereka sendiri.""Jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya.""Hal-hal lebih menyenangkan ketika mereka bebas dari penilaian apa pun.""Kita menjalani hidup kita dengan menganggap segala sesuatunya seperti yang terlihat padahal itu hampir tidak pernah terjadi." - Richelle E. Goodrich"Pakaian seseorang tidak pernah menjadi ukuran sebenarnya dari kebijaksanaan dan pengertiannya." - Ernest Agyemang Yeboah"Seperti yang telah aku katakan kepadamu, Nak, kamu tidak perlu melihat pakaian dan warna kulit untuk menilai seorang pria. Itu tidak akan memberi tahumu apa pun tentang apa yang ada di dalamnya. Di situlah keberanian seseorang, dan itulah yang terpenting." - Richard Puz"Jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya atau buku dari sampulnya; karena di dalam halaman-halaman compang-camping itu, ada banyak hal yang bisa ditemukan." - Steve Cosgroves"Tolong jangan menilai orang. Kamu tidak tahu apa yang dibutuhkan seseorang untuk bangun dari tempat tidur, berpenampilan dan merasa serapi mungkin dan menghadapi hari. Kamu tidak pernah benar-benar mengetahui pergumulan sehari-hari orang lain." - Karen Salmansohn"Jangan menilai buku dari sampulnya.""Pakaian tidak menentukan karaktermu, perilaku menentukan. Pencapaian besar lahir, bukan dari pakaian mewah, tapi dari pemikiran yang hebat." - Abhijit Naskar"Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan pada keinginan menghakimi. Kesampingkan penilaianmu." - Abhijit Naskar"Kentang mungkin terlihat seperti batu kotor, tetapi memotongnya dan menggorengnya akan membuatmu mendapatkan French Fries, lauk untuk burger apa pun." - Andrew ZimmernDemikianlah beberapa kumpulan kata-kata jangan menilai orang dari luar saja yang dapat menyadarkan diri sendiri. Semoga bermanfaat!
Nasehat Dhuha Kamis, 5 Agustus 2021 26 Dzulhijjah 1442 H Oleh Sularto Klikbmi, Tangerang โ Tema kita kali ini adalah jangan menilai orang dari luarnya saja atau donโt judge a book by its cover. Selama hidup, Nabi Muhammad SAW banyak mengajarkan kepada semua sahabat dan ummatnya untuk selalu tidak menilai orang dari penampilan luarnya saja. Salah seorang sahabatnya, Al Aqra bin Habis pernah mendapatkan pelajaran tentang khumul, yaitu penampilann yang tidak menonjolkan diri. Kisah ini terdapat dalam Kitab Syarah Hikam yang berjudul Iqadzul Himam fi Syarhil Hikam karangan Al Imam Ibnu Ajibah Al Hasani yang diambil dari kutipan hadits. Kala itu, Rasulullah SAW sedang duduk bersama Aqra. Tiba-tiba lewatlah seorang anak lelaki muslim yang miskin. Nabi berniat untuk menguji Aqra. Dia bertanya terkait pendapat Aqra terhadap orang tersebut. Lalu Aqra menjawab, โWahai Rasulullah, menurut saya orang itu miskin dan melarat. Jika dia berbicara tidak ada yang mendengarnya. Jika dia melamar perempuan, tidak ada yang menerima dan jika dia istiโdzan meminta sesuatu kepada seseorang, pasti tidak mendapatkan apa yang dia mintaโ. Mendengar jawaban Aqra, Nabi terdiam. Beberapa waktu kemudian, ada lagi seseorang yang lebih baik penampilannya lewat di hadapan Rasulullah dan Aqra. Kemudian, Nabi menanyakan lagi pendapat tentang orang tersebut. Aqra menjawab orang itu jika berbicara semua orang akan mendengarkan. Jika dia melamar perempuan diterima, dan jika istiโdzan akan dikabulkan. Setelah mendengar dua jawaban dari Aqra, Nabi memberikan komentar. Orang yang disebut dia melarat atau miskin, adalah orang yang sangat luar biasa kebaikannya di sisi Allah. Jika orang itu bersumpah atas nama Allah, Allah akan mengabulkan sumpahnya. โIbnu Ajibah juga mengomentari, ternyata kita tidak bisa menilai orang dari penampilannya. Artinya dari cerita itu, agar kita tidak mudah memberikan penilaian kepada seseorang hanya dari penampilannya. Sebaiknya kita tanamkan selalu husnudzon kepada orang lain. Jika sudah kita suudzon, bisa menyebabkan kekeliruan yang nantinya akan membuat penyesalan. Kita sudah berdosa jika bersuudzon. Generasi muda harus memahami, orang bisa berpenampilan apa saja. Pelajaran pentingnya adalah jangan mudah tergoda oleh penampilan. Dalam kehidupan di zaman ini sering kita melihat orang-orang yang mulia di sisi Allah tapi dipandang sebelah mata oleh manusia, sebaliknya orang yang mulia di sisi manusia ternyata sangat hina di sisi Allah. Maka jangan menilai orang cuma dari dari penampilan fisiknya. Karena kemualiaan manusia ada pada ketaqwaannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ุฅูููู ุงูููููู ูุงู ููููุธูุฑู ุฅูููู ุตูููุฑูููู
ู ููุฃูู
ูููุงููููู
ู ูููููููู ููููุธูุฑู ุฅูููู ูููููุจูููู
ู ููุฃูุนูู
ูุงููููู
ู โSungguh Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah melihat pada hati dan amalan kalian.โ HR. Muslim nomor 2564. Hadits ini mengajarkan kepada kita bawa Allah tidak sekedar melihat penampilan dan rupa seseorang tapi lebih kepada hati dan amalannya, taqwa dan imannya, niat dan keikhlasannya. Para ulama Salaf terdahulu tidak tertipu dengan pandangan penampilan seseorang tapi mereka memuliakan seseorang karena keimanan dan ketaqwaannya. Dari Al Fasawi Yaโqub bin Sufyan Wafat th 277 H ia berkata telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, ia berkata dari Jarir bin Utsman ia berkata dari Abul Hasan Imran bin Nimran bahwa Abu Ubaidah pernah berjalan di tengah sebuah pasukan lalu berkata ุฃูููุง ุฑูุจูู ู
ูุจููููุถู ููุซูููุงุจููู ู
ูุฏููููุณู ููุฏููููููู ุฃููููุง ุฑูุจูู ู
ูููุฑูู
ู ููููููุณููู ูููููู ููููุง ู
ููููููู ุจูุงุฏูุฑููุง ุงูุณูููููุฆูุงุชู ุงูููุฏูููู
ูุงุชู ุจูุงูุญูุณูููุงุชู ุงูุญูุฏูููุซูุงุชู โKetahuilah bahwa boleh jadi orang membersihkan bajunya malah mengotori agamanya. Bisa jadi orang yang merasa memuliakan dirinya padahal hakikatnya ia menghinakan dirinya sendiri. Bersegeralah menganti kejelekan-kejelakan masa lalu dengan dengan kebaikan-kebaikan yang baruโ Siyar Aโlam an Nubalaโ 1/18 Ungkapan ini menunjukkan kecerdasan Abu Ubaidah radhiyallahu anhu yang melihat banyaknya orang yang kelihatan mulia padahal ia sedang menghinakan dirinya. Orang yang Allah muliakan adalah orang yang diberikan taufik untuk beramal kebaikan, sebab kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dan kejelekan hanya akan dicatat sebagai satu perbuatan dosa. Sehingga orang yang binasa adalah orang yang kejelekannya lebih berat dari kebaikannya. Tidak ada seorangpun diantara kita kecuali pasti akan sering melakukan kesalahan dan dosa. Namun yang jadi masalah adalah apakah kita akan bersegera menghapus dosa kita itu dengan kebaikan atau kita akan menumpuk kejelekan dan dosa dan tidak segera menghapusnya. Allah taโala berfirman, ุฅูููู ุงููุญูุณูููุงุชู ููุฐูููุจููู ุงูุณูููููุฆูุงุชู ุฐููููู ุฐูููุฑูู ูููุฐููุงููุฑูููู โSesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan kejelekan-kejelekan dosa. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.โ QS. Hud 114 Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ููุฃูุชูุจูุนู ุงูุณูููููุฆูุฉู ุงููุญูุณูููุฉู ุชูู
ูุญูููุง โDan ikutilah perbuatan kejelekan dengan kebaikan, maka kebaikan tadi akan menghapuskan kejelekanโ HR. Tirmidzi nomor 1987 Termasuk dari taufiq Allah kepada hambaNya adalah bersegeranya seorang hamba melakukan kebaikan pada saat ia terjerumus dalam dosa dan keburukan. Mari kita usahakan jangan menilai orang lain dari penampilannya. Kita harus melihat seseorang dari budi pekerti yang baik yang dilakukannya, karena itulah cerminan dari iman dan takwanya. Wallahu aโlam bish-showaab. Mari terus ber-ZISWAF Zakat,Infaq,Sedekah dan Wakaf melalui rekening ZISWAF Kopsyah BMI 7 2003 2017 1 BNI Syariah a/n Benteng Mikro Indonesia atau menggunakan Simpanan Sukarela 000020112016 atau bisa juga melalui DO IT BMI 0000000888. Sularto/Klikbmi.
Setiap orang pasti memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat seseorang itu tidak bisa dinilai hanya dari parasnya saja. Jika belum pernah berinteraksi dengannya, jangan pernah sesekali menyimpulkan dia itu seperti apa. Terkadang kamu perlu berkenalan dan terlibat sesuatu dengannya jika ingin menentukan bagaimana orang lain dari luarnya saja itu kurang akurat dan hanya menimbulkan prasangka buruk. Apakah kamu sering menilai orang lain dari luarnya saja? Jika iya, ceoat-cepatlah berhenti dalam mekakukan hal demikian. Ada beberapa hal yang didapat jika menilai orang lain dari luarnya. Untuk penjelasannya, simak pembahasannya berikut Kamu tidak akan tahu bagaimana sifat aslinyaIlustrasi mengobrol maySifat asli seseorang itu bisa terbaca jika kamu sudah berinteraksi cukup lama dengannya. Jika menilai orang dari luarnya saja, hal tersebut hanya akan membuatmu cepat menyimpulkan sesuatu. Dengan adanya hal itu, kamu pasti akan menjauhinya sebab tidak cocok dengan pola hal itu terjadi, kamu tidak akan pernah tahu bagaimana dia yang asli. Maka dari itu mulai sekarang stop melakukan hal gegabah seperti demikian, ya!2. Kamu akan susah mendapatkan teman baruIlustrasi merenung singhSetiap orang memang dituntut untuk selalu mencari teman baru. Untuk mendapatkan hal tersebut, kamu harus memiliki keterampilan berkenalan dengan baik. Kamu harus mengelola cara berkomunikasi dan sikapmu agar orang lain mau berteman denganmu. Namun jika sering menilai orang lain dari luarnya saja, hal tersebut akan sulit pasti cenderung pilih-pilih untuk mencari teman yang satu visi denganmu. Kamu akan cenderung cepat menyimpulkan sehingga orang tersebut sudah diseleksi untuk tidak jadi temanmu. Dengan adanya hal tersebut, percayalah bahwa circle pertemanamu hanya sebatas di situ saja. Baca Juga 5 Penyebab Orang-orang Cenderung Menjauhi Kamu, Perlu Evaluasi Diri 3. Hidupmu akan selalu dipenuhi prasangka Ilustrasi merenung BOLOVTSOVAMenilai orang lain dari luarnya saja hanya akan menimbulkan prasangka. Kebiasaan tersebut pasti akan terbawa dalam kehidupanmu sehari-hari. Kamu pasti akan senantiasa bertanya-tanya terkait hal yang menurutmu patut dicurigai. Padahal terkadang kamu gak selalu harus menggunakan dalam menjalani kehidupan bersosial, kamu harus bersikap sopan dengan tidak mudah menyimpulkan bagaimana sifat orang lain. Mulai sekarang cobalah belajar tidak cepat menyimpulkan sesuatu jika buktinya belum Kamu akan susah membaur di lingkungan baruIlustrasi merenung paredesSelain susah mendapatkan teman, kamu akan kesulitan untuk membaur di lingkungan baru. Hal itu karena prasangka yang terus-terusan kamu tanamkan dalam diri sehingga membuatmu enggan untuk beradaptasi. Dengan adanya hal tersebut, kenyamananmu di lingkungan baru pasti akan ditangguhkan. Lambat laun kamu pasti ingin pergi dari lingkungan tersebut karena tidak bisa Kamu akan menyesal jika kebenaran terungkapIlustrasi mengobrol burtonMenilai orang lain dari luarnya saja tidak akan memberikan jawaban yang mutlak. Apalagi ketika kebenaran sifat orang lain yang sangat melenceng dari dugaanmu, kamu pasti akan menyesalinya. Kamu akan beranggapan bahwa dugaan negatifmu itu terlalu akan terdorong munculnya rasa bersalah sehingga ada keinginan kuat untuk meminta maaf. Yang kamu dapatkan pada kejadian tersebut hanyalah rasa malu. Dia mungkin saja memaafkan penilaian burukmu namun harga dirimu akan kelima hal buruk di atas, apakah kamu masih ingin tetap menilai orang lain dari luarnya saja? Sebelum menemukan jawaban sebenarnya, jangan pernah berprasangka buruk hanya karena melihat cover-nya saja. Baca Juga Ini Alasan Mengapa Orang Sering Curhat di Media Sosial IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
jangan melihat orang dari luarnya saja