Kaliini kami mencoba menjelaskan kembali apa yang dimaksud dengan headend dan sistem distribusi serta beberapa aspek dari sebuah sistem catv, karena hal ini adalah sebagai dasar untuk memahami pengertian daripada catv itu sendiri. karena kadang – kadang seorang client akan mengalami kesulitan dalam memahami apa yang dimaksud dengan catv itu sendiri.
Sepertiyang telah disebutkan, terdapat dua cara pencahayaan pada fotografi, Available lighting dan Artificial lighting. Available lighting (ambient) : Definisi Available lighting adalah pemotretan dengan memanfaatkan cahaya yang tersedia, baik natural light maupun room light.
Propertisenjata di antaranya seperti pedang, tameng, tombak, panah, keris, dan lain sebagainya. Properti non-senjata meliputi lilin, kipas, topeng, sampur atau selendang, topeng, dan lain sebagainya. Beberapa properti yang paling umum dan sering digunakan dalam pementasan tari, yaitu: Perbesar.
StandPameran Disewakan di Pondok Aren Kota Tangerang Selatan di Indonesia dan sekelilingnya hubungi: Wa 0857-1570-7000 Telp 021-787-6000 Surel cs@sewabagus. com Untungnya sebab sudah berjumpa satu-satunya situs web sewa peralatan pesta dan acara terpilih yang selenggara di dunia online masa ini SEWA APA YANG DI MAKSUD DENGAN
Apayang dimaksud dengan aktiva (aset)? Terdapat 2 jenis aset yaitu aktiva tetap (fixed asset) dan lancar (current asset), berikut adalah pengertian serta contoh yang akan dijelaskan pada blog Mekari Jurnal!Dalam dunia usaha, tentu tidak lepas dari perhitungan keuangan demi mencapai tujuan bisnis.
Apakahyang dimaksud dengan kualitas cahaya dalam hal ini? Kualitas cahaya seringkali diukur berdasarkan kekuatannya, dan ini tergantung kepada sumbernya. Subject Brightness Range = Subject Contrast x Lighting Ratio dalam cahaya yang flat baju putih dan celana hitam, mempunyai perbedaan 6 stop, ini terlihat dari pembacaan lightmeter yang
eMIfZ. Mengapa cahaya penting dalam fotografi? Pencahayaan atau lighting dalam fotografi merupakan salah satu hal penting untuk diperhatikan karena berhubungan dengan gambar yang dihasilkan. Teknik untuk mendapatkan lighting yang bagus perlu dipahami oleh fotografer agar hasil jepretannya menjadi lebih hidup. Apa itu lighting dalam fotografi? Pengertian lighting dalam fotografi pada dasarnya adalah teknik dasar mendapatkan cahaya yang bagus untuk objek agar. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai lighting dalam fotografi. Simak informasinya ya! Intensitas Cahaya Rendah Intensitas Cahaya Rendah Apabila Anda melakukan pemotretan di malam hari dengan peralatan lighting yang minim, maka intensitas cahaya dalam foto adalah rendah. Fungsi dari intensitas cahaya rendah adalah untuk menghasilkan foto dengan warna objek berefek pucat. Hal yang perlu dipahami agar bisa mengatur cahaya rendah dengan intensitas tepat adalah adalah eksposur. Anda juga bisa langsung melakukan pemotretan di sore hari apabila ingin mendapatkan cahaya rendah tanpa harus menggunakan lighting tambahan. Pengaturan eksposur ini diperlukan agar cahaya yang dihasilkan tetap pas dan gambar tidak terlalu gelap. Di samping itu, pengaturan eksposur ini juga bisa membantu memberikan efek yang lebih jelas pada foto. Intensitas Cahaya Tinggi Intensitas Cahaya Tinggi Jenis pencahayaan dalam fotografi berikutnya adalah intensitas cahaya tinggi yang akan didapatkan dalam kondisi di siang hari saat matahari sedang bersinar terang. Intensitas cahaya tinggi ini akan memberikan keuntungan berupa bayangan yang dihasilkan kuat. Intensitas cahaya tinggi cocok dipilih untuk menghasilkan foto dengan hasil bayangan objek yang pekat, sehingga terlihat lebih kreatif. Namun, jangan sampai intensitas cahaya tinggi ini tidak berlebihan agar fotonya tak berkabut atau dominan putih. Jenis Cahaya Berdasarkan Arah Jatuhnya Arah cahaya dalam fotografi juga dibagi menjadi beberapa macam dan harus dipahami agar Anda bisa memanfaatkannya sebagai lighting. Berikut ini adalah ulasan mengenai beberapa jenis cahaya berdasarkan pada arah jatuhnya. 1. Side Light Side Light Lighting dalam fotografi yang satu ini akan didapatkan ketika cahaya datang dari sisi atau arah samping objek. Hasil yang didapatkan dari arah side light ini adalah kesan temaram, sepi, hangat dalam foto. Pada umumnya side light akan digunakan untuk mengambil foto dengan bentuk potret. Di samping itu, jenis pencahayaan yang satu ini juga dimanfaatkan saat proses shooting film. Pada arah side light ini cahaya yang didapatkan terkesan hanya dari satu sisi saja. 2. Back Light Back Light Back light adalah cahaya yang berasal dari arah belakang objek untuk mendapatkan hasil foto berupa siluet. Jenis arah cahaya satu ini dapat dimanfaatkan apabila Anda ingin memfoto model dengan fokus pada bagian rambutnya saja agar tampak berkilau. Cahaya back light ini jarang sekali digunakan pada saat pemotretan, karena hasil foto akan membuat objek tampak hitam. Anda memerlukan penataan objek yang proporsional apabila ingin menggunakan back light agar siluetnya tampak indah. 3. Front Light Front Light Satu lagi jenis arah datangnya cahaya adalah front light fotografi atau berasal dari depan objek. Hasil foto yang dihasilkan dari adanya front light ini adalah menunjukkan bentuk objek secara tegas. Front light fotografi dapat Anda manfaatkan untuk menonjolkan objek dibandingkan dengan latar belakangnya Mata objek akan tampak lebih cerah karena cahaya dalam foto berasal dari arah depan. jenis pencahayaan yang satu ini cocok untuk mengambil foto di luar ruangan. Lighting dalam fotografi sangat penting untuk diatur sebelum membidik objek agar hasilnya memuaskan. Arah cahaya atau pencahayaan juga merupakan faktor yang harus dipetimbangkan sebelum mengambil gambar. Fotografer harus memahami teknik lighting yang tepat terlebih dahulu agar tidak salah menerapkannya pada objek. Secara umum, sumber pencahayaan dalam fotografi ada dua yaitu cahaya langsung/ alami dan cahaya buatan. Manfaatkan cahaya langsung seperti cahaya sinar matahari ketika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan. Anda juga bisa menggunakan cahaya buatan alat bantu fotografi berupa alat lighting fotografi untuk menghasilkan intensitas cahaya sesuai dengan keinginan ketika pengambilan gambar di dalam ruangan.
Mari kita mengenal pencahayaan Cove nan cantik dan elegan. Sebelumnya simak informasi berikut mendapatkan nilai estetis pada sebuah ruang, orang sering menggunakan pencahayaan tidak langsung indirect lighting.Yang dimaksud dengan tidak langsung di sini adalah, cahaya atau sinar lampu tidak langsung mengenai obyek, tapi dipantulkan terlebih tidak langsung itu, pencahayaan seperti ini memberikan sinar yang lebih lembut, kadang-kadang justru malah tidak rata tapi memberikan kesan hangat. Apalagi kalau menggunakan lampu berwarna, misalnya satu model pencahayaan tidak langsung adalah cove. Sesuai dengan arti kata harafiah dalam bahasa Inggris yaitu teluk atau ceruk, pencahayaan cove merupakan model penerangan yang memang berbentuk satu model pencahayaan tidak langsung adalah cove. Sesuai dengan arti kata harafiah dalam bahasa Inggris yaitu teluk atau ceruk, pencahayaan cove merupakan model penerangan yang memang berbentuk membuat pencahayaan cove, biasanya digunakan plafon berlapis. Jadi di bawah plafon yang sudah ada, dibuat satu lapis plafon tambahan lagi, tapi hanya selebar yang adanya dua lapis plafon, maka akan terbentuk ceruk di antara kedua plafon tersebut. Di ceruk itulah lampu lampu dipasang pada plafon lapis bawah, dihadapkan ke atas. Dengan demikian cahaya lampu menyorot plafon yang ada di atasnya, dipantulkan, kemudian disebarkan ke area luar merupakan hasil pantulan, sinar yang keluar tidak “keras”, sehingga memberikan tampilan gradasi sinar yang membuat plafon terlihat tambahan ini bisa seperti bingkai foto, yaitu hanya di sekeliling tepi plafon yang sudah ada. Untuk bentuk seperti ini, cahaya lampu seolah-olah menyorot ke arah tengah bisa juga plafon tambahan ini justru di bagian tengah, sehingga cahaya lampu seolah-olah menyorot ke dinding cove bisa menggunakan lampu pijar maupun lampu TL. Karena biasanya pencahayaan cove akan membutuhkan lebih banyak titik lampu, mungkin akan lebih hemat bila menggunakan lamput TL hemat mendapatkan efek yang lebih dramatis, bisa digunakan lampu berwarna, misalnya kuning atau cove bisa diterapkan pada banyak ruang, misalnya ruang makan, ruang tidur, atau ruang publik seperti hotel, galeri, rumah sakit, juga direkomendasikan bisa menggunakan pencahayaan ini.
Pencahayaan atau biasa disebut sebagai lighting merupakan unsur yang sangat penting dalam pembuatan film. Tanpa adanya pencahayaan, maka cerita yang akan dibuat tidak akan menarik. Karena hampir sebagian besar dari kekuatan film ada pada lighting yang dibuat. Bukan hanya ditujukan sebagai penerangan saja, namun, pencahayaan memiliki kekuatan lebih dalam sebuah film. Pemilihan gelap terang cahaya dalam frame akan membentuk sebuah komposisi yang mampu memberikan perhatian khusus dari penonton terhadap sebuah peristiwa dan objek. Dalam artikel ini kami akan membahas seputar pencahayaan dalam film yang tentunya akan membantu menambah wawasan Anda terhadap dunia perfilman. Terlebih lagi jika Anda sedang merencanakan membuat sebuah film, maka akan sangat dipentingkan ilmu mengenai lighting ini. Berikut ini pembahasannya A. Pengertian Lighting pengertian lighting dalam pembuatan film Pencahayaan atau lighting ialah proses pengaturan cahaya yang dilakukan oleh tata cahaya dengan maksud untuk memberikan sebuah efek cahaya dalam pembuatan film. Cahaya, memiliki peran yang penting untuk memberikan sentuhan dan intepretasi dari gambar yang akan diambil. Dalam hal ini diperlukan keahlian cameraman dalam menggunakan efek-efek yang berhubungan dengan lighting. Seorang cameraman haruslah paham dalam menentukan temperatur dan juga dominasi warna. Cahaya yang digunakan dapat berasal dari alam yaitu sinar matahari langsung, atau dengan menggunakan berbagai jenis lampu dan dapat juga menggunakan benda lainnya yang mampu mengeluarkan insensitas dan juga temperatur warna yang beragam. Lighting sendiri dibagi menjadi dua bagian, yaitu available light dan artifical light. Available light ialah cahaya yang menggunakan cahaya alami seperti matahari. Sedangkan artifical light ialah cahaya yang menggunakan alat bantuan. B. Unsur-Unsur Lighting unsur unsur lighting dalam pembuatan film Hampir seluruh gambar yang ada dalam film, itu merupakan hasil pemanipulasian dari cahaya. Karena tanpa adanya cahaya maka sebuah benda tidak akan memiliki sebuah wujud. Adanya sebuah benda dan dimensi ruang itu juga terbentuk akibat adanya cahaya. Dalam lighting terdapat beberapa unsur-unsur yang membentuknya, diantaranya adalah unsur kualitas, arah, sumber, dan juga warna cahaya. Dimana semua unsur tersebut membaur menjadi satu hingga terjadinya sebuah komposisi cahaya yang tepat, Berikut adalah ulasan mengenai unsur-unsur pencahayaan. 1. Kualitas Pencahayaan Yang dimaksud dengan kualitas pencahayaan ialah merujuk pada besar kecilnya intensitas dari pengambilan cahaya itu sendiri. Jika ingin menampilkan sebuah objek dan juga bayangan yang jelas, maka diperlukan cahaya yang terang atau hard light. Sebaliknya, jika ingin menampilkan sebuah objek dengan bayangan yang tipis, maka diperlukan cahaya yang lembut atau soft light. Baca juga Jenis-jenis Film Yang termasuk dalam kategori hard light ialah cahaya matahari dan juga lampu yang menyorot dan memiliki kecenderungan yang dapat membuat objek terlihat kontras dengan lingkungan di sekitarnya. Sedangkan yang merupakan soft light ini seperti cahaya langit yang merah, dimana akan memberikan kecenderungan terhadap sebuah objek tidak begitu kontras dengan lingkungannya karena memiliki bayangan yang tipis. 2. Arah Pencahayaan Arah pencahayaan memiliki fungsi untuk menunjukkan posisi sumber cahaya kepada objek yang akan dituju. Biasanya objek yang dituju dalam pembuatan film ada pada bagian wajah. Arah pencahayaan ini terbagi menjadi lima jenis, yaitu a Frontal Lighting Frontal Lighting memiliki kecenderungan untuk menghapus bayangan dan untuk menegaskan bentuk dari wajah atau sebuah objek. b Back Lighting Back lighting ini memiliki kecenderungan yaitu mampu memberikan penampilan berbentuk sebuah siluet dari objek maupun karakter jika tidak dikombinasikan dengan arah cahaya yang lain. c Under Lighting Penempatan under lighting ini biasanya diletakkan pada bagian depan bawah karakter atau di bagian wajah. Penggunaan cahaya ini untuk memberikan kesan horror atau untuk mempertegas sebuah cahaya alami misalnya lilin, lampu minyak dan juga api unggun. d Top Lighting Top lighting ini berfungsi untuk mempertegas sebuah karakter atau pun benda. Biasanya top lighting juga digunakan sebagai penunjuk dari sebuah cahaya buatan dalam adegan misalnya lampu jalanan atau lampu gantung. 3. Sumber Cahaya Terdapat dua jenis sumber cahaya yaitu cahaya natural seperti matahari dan juga cahaya buatan seperti lampu dan lilin. Biasanya sineas menggunakan cahaya natural ini seperti keadaan yang sebenarnya yang terjadi di setting kejadian. Penggunaan cahaya jenis ini dianggap mampu memberikan efek yang realistis atau natural walaupun terkadang kualitas cahaya yang dihasilkan kurang baik. Adapun penggunaan cahaya buatan ini biasanya dilakukan oleh studio berskala besar yang digunakan untuk mempermudah dalam mengontrol efek cahaya yang diinginkan. Beberapa alat buatan yang digunakan seperti lilin, lampu minyak, atau lampu yang dapat digunakan dalam sebuah adegan. Dalam pembuatan film, sineas biasanya menggunakan beberapa sumber cahaya, diantaranya a Key Light Key light ialah sumber cahaya utama dan cahaya yang paling kuat dalam menghasilkan bayangan. Penempatan sumber cahaya ini biasanya diletakkan pada sisi kamera dan sebuah obyek dan membentuk sudut 45o , sehingga akan membuat salah satu sisi obyek menjadi terang. Penggunaan key light ini akan membuat obyek nampak jelas namun tidak memiliki detail bayangan sehingga akan membuat gambar yang diambil tidak terlihat alami dan memiliki kontras yang tinggi. b Fill Light Penggunaan fill light ini biasanya sebagai sekunder untuk cahaya key light, penempatannya pun berada di sisi yang berlawanan dari subyek dan membentuk sudut -45o. Penggunaan cahaya fill light ini tidak se-terang cahaya key light. Baca juga Unsur Naratif dan Sinematik Fill light digunakan untuk membantu dalam pengurangan kontras yang dihasilkan oleh key light yang akan membuat gambar terlihat lebih natural. c Back Light Sedangkan, untuk back light ini biasanya diletakkan pada bagian belakang obyek yang dipertunjukkan sebagai pencahayaan dari arah belakang. Penggunaan cahaya back light dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, dapat lebih terang maupun lebih gelap dari key light. Fungsi dari penggunaan back light ialah sebagai pemberian highlight yang cukup pada obyek dan akan mampu memisahkan obyek dari latar belakang. Karena penggunaan back light ini mampu memberikan tambahan kedalaman pada gambar yang akan membuat tampilan gambar nampak tiga dimensi. 4. Warna Cahaya Warna cahaya ialah penggunaan warna yang didapat dari sumber cahaya. Pada dasarnya, warna cahaya ini hanya terdiri dari dua warna saja, yaitu warna putih yang berasal dari sinar matahari dan warna kuning muda yang berasal dari cahaya lampu. Namun, hal itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan dengan menggunakan filter. Penggunaan warna cahaya ini juga digunakan oleh sineas untuk menghasilkan beberapa motif-motif tertentu yang diinginkannya. Seperti untuk melambangkan orang yang sedang marah, biasanya sineas akan menggunakan warna merah. C. Rancangan Tata Lampu Artikel ini membahas secara lengkap mengenai Rancangan tata lampu dalam pembuatan film Salah satu peran yang besar untuk pendukung suasana adalah perancangan dalam tata lampu dan sangat berhubungan dengan sebuah teknis. Perancangan tata lampu antara film comedy dan film romance tentunya berbeda dengan rancangan tata lampu pada film horor dan idimana cenderung suram dan gelap. Dalam rancangan tata lampu, terdapat beberapa pembagian kelompok yang memiliki perbedaan dari segi karakter pencahayaan yang terbilang cukup mencolok. Pengelompokan tersebut antara lain 1 High Key Light Penciptaan sebuah teknik yang menghasilkan batas tipis pada cahaya antara gelap dan terang adalah teknik high key light. Pada teknik ini cenderung pada bentuk, warna dan garis yang tegas di setiap elemen mise en scene. Teknik high key light biasanya digunakan pada film yang bertemakan keluarga, komedi, musikal dan juga biografi. Pada umumnya penggunaan teknik ini digunakan pada adegan yang memiliki sifat umum dan juga formal, seperti di rumah sakit, jalan raya, kampus, pusat pembelanjaan, sekolah dan lain sebagainya. 2 Low Key Light Sedangkan penciptaan sebuah teknik yang menghasilkan batas tegas dan jelas pada cahaya antara gelap dan terang disebut dengan teknik low key light. Penggunaan teknik ini biasanya lebih mengutamakan unsur bayangan yang tegas dalam sebuah mise en scene. Baca juga Kostum dan Tata Rias Teknik low key light ini biasanya digunakan pada film noir, detektif, horor atau superhero yang memiliki karakter gelap. Pada umumnya teknik ini akan menghasilkan efek yang kontras antara area gelap dan juga terang atau biasa disebut sebagai chiaroscuro Pada film horor, umumnya penataan cahaya akan dibuat sangat mencekam dengan kondisi cahaya yang sangat minim dan tak jarang menggunakan pencahayaan yang gelap gulita dan terang secara bergantian. D. Bayangan Dari Lighting Artikel ini membahas secara lengkap mengenai bayangan dari lighting Dalam sebuah unsur bayangan, tercipta dari sisi gelap yang tidak terkena oleh cahaya. Biasanya, bayangan ini akan tercipta karena adanya perpaduan dari teknik low key light, dimana teknik ini memiliki batas tegas antara gelap dan juga terang. Penggunaan bayangan ini biasanya terdapat pada film bergenre horor, thriller dan film noir. Dalam bayangan terdapat dua sumber, yaitu bayangan yang bersumber dari obyek dan bayangan yang bersumber pada obyek. Berikut penjelasannya. 1 Bayangan dari obyek Bayangan dari obyek ialah bayangan yang tercipta dari sisi obyek dimana sisi tersebut tidak terkena oleh cahaya dan ter cetak di sebuah bidang obyek yang lainnya. Bayangan yang terbentuk ini sering menggunakan bidang yang memiliki permukaan yang lurus, seperti dinding dan juga lantai. Biasanya, penggunaan bayangan ini dilakukan oleh film dengan genre horor maupun thriller dimana memiliki motivasi yaitu untuk menggambarkan sebuah sosok yang sangat menyeramkan. Baca juga Plot dalam Film Biasanya dalam aksi pembunuhan, penonton tidak melihat secara langsung adegan dari pembunuhan, melainkan efek dari bayangan yang akan membuat penonton merasakan misteri dan suasana yang mencekam. Terlebih lagi dengan seiring berkembangnya zaman, bayangan dari sebuah obyek pun dapat di manipulasi dengan menggunakan rekayasa digital. 2 Bayangan pada obyek Biasanya, bayangan pada obyek ini dapat muncul karena ada cahaya yang gagal dalam menerangi seluruh permukaan dari obyek, misalnya saja tubuh manusia, wajah dan lainnya. Efek yang dinamakan dengan efek siluet itu memberikan bayangan pada obyek dan banyak digunakan untuk sebuah tujuan estetik maupun motif dalam cerita Biasanya, efek ini digunakan dalam film horor untuk menampilkan sebuah sosok dari roh jahat dengan menggunakan siluet. Siluet ini juga dapat digambarkan dengan wajah monster dan juga manusia yang kerasukan, sehingga akan tampak lebih menakutkan dan lebih dramatik dengan menggunakan bayangan pada wajah serta di padu padan kan dengan pengaturan arah cahaya yang berasal dari sisi bawah. Video Pembelajaran Lighting Bagi Anda yang belum paham mengenai pencahyaan dalam film, silahkan lihat video di bawah ini yang saya ambil dari YouTube. Semoga dengan melihat video di bawah ini, Anda semakin paham, Yuk tonton! Video penjelasan mengenai pencahayaan lighting dalam film Demikianlah artikel mengenai pencahayaan dalam film ini kami buat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda mengenai dunia perfilman, dan jangan lupa baca artikel kami yang lainnya.
Jakarta - Dalam fotografi terkenal ada istilah high key and low key. Secara sederhana maksud high key adalah fotografi yang nuansa cahayanya terang, sedangkan low key adalah fotografi yang nuansa cahayanya teknik high-key dan low key ini banyak disebut-sebut untuk pemotretan portrait manusia, terutama dalam setting studio/indoor, dimana fotografer mengendalikan penuh sifat cahaya, arah, penyebaran, dan intensitas cahaya. TEKNIK FOTO LOW KEY Low key cocok untuk memberikan nuansa misterius, kesedihan ke dalam foto. Biasanya digunakan untuk foto kedukaan, portrait misterius, dan yang tema foto yang menyeramkan horror.Cara memotret low key adalah mempersiapkan latar belakang yang bernuansa gelap, seperti hitam atau warna tua. Pilihlah pakaian yang juga gelap seperti warna hitam. Pengaturan exposure tidak harus di nol, tapi justru agak digelapkan supaya suasana gelapnya lebih modifier pembentuk cahaya yang dipasang di depan lampu kilat yang efektif biasanya yang membatasi penyebaran cahaya seperti standard reflector dengan honeycomb, strip softbox 30x125cm, barn door, dan pemotretan portrait low key, biasanya tantangannya adalah mengarahkan cahaya ke bagian yang bagus dan membatasi cahaya untuk tidak menerangi hal-hal yang tidak perlu mengamati subjek secara seksama, dan kemudian memutuskan light modifier apa yang digunakan, dan juga ke arah mana. Sebaliknya, kita juga harus menentukan bagian yang kurang begitu menarik untuk tidak disinari sehingga tertutup oleh dan ekspresi subjek juga menentukan keberhasilan foto low key. Perlu komunikasi dan kerjasama antara fotografer dan subjek foto yang baik untuk menghasilkan foto low key yang menarik. TEKNIK FOTO HIGH KEY Foto high key cocok untuk memberikan suasana cerah, gembira, dan cantik. Foto high key banyak digunakan untuk foto keluarga, foto kecantikan beauty, foto anak dan bayi. Di dalam foto pemandangan, foto high key sering kita jumpai saat memotret salju atau saat memotret high key adalah memilh latar belakang yang berwarna cerah seperti putih, atau warna terang seperti kuning. Untuk portrait, warna pakaian dan aksesoris juga harus disesuaikan. Jika mengunakan cahaya yang konstan bersinar secara kontinyu, maka pengaturan exposure harus disesuaikan ke arah + lebih terang dari pengukuran/metering kamera.Light modifier yang dipasang di depan lampu kilat yang efektif biasanya yang berukuran cukup besar sehingga dapat membanjiri subjek dan background dengan cahaya. Antara lain softbox berukuran besar80x120cm, oktabox 150cm, background reflector, dan beauty dish 70cm.Dengan mengunakan light modifier berukuran besar, penyebaran cahaya luas dan cahaya yang jatuh ke subjek bersifat halus. Cahaya yang halus sangat baik untuk pemotretan beauty/kecantikan. Karena cahaya yang menyebar akan mengisi pori-pori, keriput di wajah sehingga terlihat tantangan yang ditemui di foto high key adalah kita harus benar-benar pintar dan kreatif dalam mengarahkan pose dan gaya. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa mendapatkan ekspresi atau momen-momen menarik yang tak belajar fotografi, editing dan ikut tur fotografi sha/fyk
Pencahayaan Lighting Dalam Fotografi - Pencahayaan atau lighting dalam fotografi merupakan sebuah unsur yang paling utama dalam fotografi. Karena fotografi merupakan sebuah kreativitas yang dilakukan dengan cahaya, untuk itu sangatlah penting memahami konsep pencahayaan lighting dalam fotografi ini. Dalam bidang seni lainnya, seorang seniman menghasilkan karya dengan alat dan kreativitas yang mereka miliki. Jika penyanyi menciptakan karya musik dengan suaranya, pelukis menciptakan karya lukisannya dengan kuas dan tinta, maka fotografer menghasilkan karya melalui kameranya. Pemahaman konsep pencahayaan dalam fotografi yang baik dan benar akan menjadi modal yang sangat besar ketika kita mulai berkarya dengan kamera yang kita miliki. Pencahayaan dalam fotografi memiliki peranan sebagai unsur utama untuk menghasilkan foto, sekaligus memberikan efek dan memperkuat karakter dari foto. Oleh karena itu, orang-orang sering mengatakan bahwa fotografi adalah seni melukis dengan cahaya. Berbagai jenis pencahayaan lighting dalam fotografi yang dikenal sampai pada saat ini dapat digolongkan berdasarkan karakterstik tertentu yaitu kualitas cahaya, intensitas cahaya, arah cahaya dan sumbernya. Di antaranya yaitu sebagai berikut. Kualitas Cahaya Pencahayaan lighting dalam fotografi berdasarkan kualitas cahaya terbagi menjadi dua yaitu hard light dan soft light. Dalam dunia fotografi, hard light lebih sering dikenal dengan direct light. Memiliki karakteristik perbedaan highlight area terang dan shadow area gelap yang besar dan menghasilkan kontras yang tinggi. Sedangkan soft light dikenal dengan diffuse light, memiliki perbedaan yang rendah antara highlight dan shadow, serta kontrasnya yang rendah. Pada contoh gambar di bawah ini, foto sebelah kiri merupakan foto dengan hard light dan sebelah kanan dengan soft light. Intensitas Cahaya Pencahayaan lighting dalam fotografi berdasarkan intensitas cahaya berkaitan erat dengan hubungan timbal balik antara ketersediaan cahaya kondisi dan kebutuhan kita saat memotret. Banyak aspek yang mempengaruhinya dalam hal ini, seperti white balace, unsur bayangan, nuansa foto dan berbagai hal lainnya. Karena intensitas cahaya dapat mempengaruhi nuansa warna, kontras, jatuhnya bayangan shadow hingga siluet. Setiap kali menekan tombol shutter, kita selalu berhadapan dengan hal ini, karena ini merupakan faktor utama yang mempengaruhi nilai exposure. Jika penanganannya kurang tepat maka foto yang kita hasilkan akan menjadi terlalu terang overexposure atau terlalu redup underexposure, terlepas dari tujuan kita yang ingin membuat foto dengan teknik multi exposure. Arah Cahaya Arah cahaya juga merupakan hal yang sangat penting dalam memahami konsep pencahayaan lighting dalam fotografi. Jika kita ingin membuat foto siluet, tentu cara yang benar adalah dengan memotret menghadap sumber cahaya berlawanan dengan arah cahaya. Begitu juga ketika ingin membuat foto potrait tentu kita akan memotret objek dengan membelakangi sumber cahaya. Berdasarkan arah cahaya, sebenarnya ada 7 teknik pencahayaan fotografi yang dikenal saat ini namun saya tidak akan membahasnya di sini karena terlalu banyak silahkan baca tentang 'teknik pencahayaan lighting dalam fotografi'. Sumber Cahaya Pencahayaan lighting dalam fotografi berdasarkan sumber cahaya dibagi menjadi dua jenis yaitu available light dan artificial light. Available light. Merupakan pencahayaan lighting yang memanfaatkan sumber cahaya yang memang sudah tersedia alami. Available light sendiri terbagi menjadi natural light dan ambient light. Pada natural light, sumber cahaya diperoleh dari cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya bintang dan langit. Sedangkang ambient light diperoleh dari lampu jalanan, api, cahaya lilin dan lain-lain. Artifical Light. Merupakan pencahayaan lighting yang memanfaatkan sumber cahaya yang secara sengaja ditambahkan ketika memotret. Misalnya lampu flash kamera baik internal maupun external flash. Maka mulai dari sekarang, belajar dan pahamilah konsep pencahayaan lighting dalam fotografi ini dengan baik dan benar. Karena ini merupakan bekal utama untuk anda berpetualang di dunia fotografi. Karena semua fotografer akan berhadapan dengan hal ini sampai kapanpun, tidak peduli anda masih pemula atau sudah profesional. Salam jepret! ;
apa yang dimaksud dengan lighting